Maluku  

Klarifikasi Tudingan Nepotisme Seleksi Paskibraka, Kesbangpol Maluku Sebut Sudah Sesuai Ketentuan

Avatar photo
Klarifikasi Tudingan Nepotisme Seleksi Paskibraka, Kesbangpol Maluku Sebut Sudah Sesuai Ketentuan
Kepala Kesbangpol Maluku, Daniel E. Indey. (Foto: Istimewa)

MANGENTETIMUR.COM – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Maluku, Daniel Indey, akhirnya menanggapi perihal tudingan adanya tindak nepotisme dalam seleksi Paskibraka Nasional tingkat Provinsi Maluku.

Dilansir dari TribunAmbon.com, saat ditemui awak media, Daniel mengatakan jika seluruh proses seleksi yang telah dilaksanakan sudah berjalan sesuai dengan ketentuan.

“Kesbangpol tidak ada nepotisme. Kita Kesbangpol sesuai dengan ketentuan dan yang mereka (perwakilan Maluku) berangkat ini sesuai dengan peringkat (seleksi),” ungkap Daniel dikutip TribunAmbon.com, Selasa (11/6/2024).

Namun, eks Penjabat Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) itu mengatakan, jika apa yang disampaikan oleh Kristianie Lumatalale kepada sejumlah media online itu benar adanya. Benar Kristianie adalah peserta seleksi yang memiliki nilai tertinggi.

penyalahgunaan kewenangan paskibraka maluku
Kristianie Lumatalela (nomor 2 dari kanan) bersama tiga peserta lainnya saat MCU. (Foto: Istimewa)

Namun Kristianie harus dinyatakan gugur berdasarkan hasil Medical Check Up (MCU) yang dilakukan di laboratorium kesehatan Karang Panjang (Karpan) dan RSUD. Haulussy Ambon.

Berdasarkan hasil pemeriksaan MCU, tiga dari empat peserta seleksi dengan nilai tertinggi dinyatakan tidak memenuhi syarat. Ketiganya adalah Kristianie Lumatalale, Cleo Ririhena dan Riskah Latuconsina.

Sementara hanya satu orang saja yang memenuhi ketentuan MCU yakni, Muhammad Ariel Lestaluhu.

Hasil itu, lanjut Daniel, langsung dikirim ke Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), yang merupakan panitia seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pusat di Jakarta.

“Tiga orang bermasalah kesehatan. Hasil pemeriksaan itu dikirim saat itu juga ke BPIP di Jakarta. Mereka sebagai panitia pusat,” ujarnya.

Dia menjelaskan, karena tiga orang dinyatakan tidak memenuhi ketentuan MCU. Maka pihaknya melakukan koordinasi dengan pihak BPIP dengan mengirimkan tiga nama cadangan ke Jakarta.

Tiga orang yang disiapkan menjadi cadangan masing-masing adalah, Mazwal Ali Tawainela, Christin Wenno, dan Arum Asih Lestari.

Ketiga nama tersebut selanjutnya menjalani pemeriksaan MCU sembari menunggu hasil dari BPIP. Hasilnya Mazwal Ali Tawainela dan Arum Asih Lestari dinyatakan lolos memenuhi syarat MCU.

“Sementara si Wenno ini dari BPIP tidak merekomendasikan. Karena masalahnya mirip dengan Kristianie Lumatalale,” ungkapnya.

Kemudian dicari lagi pengganti Christin Wenno, berdasarkan ranking seleksi maka dipilihlah Misyel Salamony. Dengan waktu yang mepet maka Misyel diberangkatkan ke Jakarta dan kemudian akan menjalani MCU bersama pihak BPIP.

Disamping itu, dirinya menyayangkan ada nama Riskah Latuconsina yang menjadi permasalahan publik. Pasalnya Riskah ikut diberangkatkan ke Jakarta bersama 4 orang lainnya, padahal dirinya tidak lulus MCU pada awal bersama Kristianie Lumatalale dan Cleo Ririhena.

“Ya betul, kita komplain kepada mereka (BPIP). Mereka yang kasih surat tidak lolos tapi kok dia diberangkatkan, itu yang kami sayangkan,” ucapnya.

Dirinya menjelaskan bahwa pihaknya kemudian telah membuat surat keberatan calon Paskibraka ke pihak BPIP terkait diikutsertakan Riskah ke Jakarta.

**) Ikuti berita terbaru MangenteTimur.com di Google News

Penulis: Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *